Buntut sapi, yang merupakan bagian ekor dari sapi, telah menjadi salah satu bahan masakan yang populer di Indonesia dan berbagai negara lainnya. Tekstur dagingnya yang unik, kaya gelatin, dan rasa khasnya membuat buntut menjadi bahan dasar yang istimewa untuk masakan berkuah hingga panggang.
Buntut sapi sudah lama menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner Indonesia. Sejak masa kolonial Belanda, buntut sapi digunakan sebagai bahan masakan karena dianggap kurang bernilai dibanding potongan utama seperti tenderloin atau sirloin. Namun, masyarakat lokal justru menemukan cara cerdas untuk mengolah buntut menjadi hidangan yang lezat, seperti sup buntut.
Keunggulan Buntut Lokal
- Rasa yang Khas
Buntut sapi memiliki daging yang melekat pada tulang dengan kandungan lemak dan gelatin alami. Ini memberikan cita rasa yang kaya dan tekstur lembut pada masakan, terutama saat dimasak dalam waktu lama. - Kaya Nutrisi
Buntut sapi mengandung protein tinggi, kolagen, kalsium, dan zat besi. Kolagen dari buntut sangat baik untuk kesehatan kulit, sendi, dan tulang. - Cocok untuk Hidangan Berkuah
Kandungan gelatin dalam buntut membuatnya sangat cocok untuk sup dan semur, menghasilkan tekstur kuah yang kental dan nikmat. - Fleksibilitas Olahan
Selain dimasak menjadi sup, buntut juga bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti buntut bakar, goreng, hingga masakan fusion.