Iga sapi lokal dikenal memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan potongan daging lainnya, sehingga membutuhkan perhatian khusus saat dimasak. Ini karena iga mengandung banyak kolagen dan lemak, yang perlu dilembutkan agar rasa dan teksturnya maksimal. Proses pemasakan yang benar akan mengubah kolagen menjadi gelatin, yang akan membuat daging iga terasa lebih lembut dan kenyal.
Mengolah konro (sup atau iga bakar khas Makassar) agar dagingnya empuk dan kuahnya kental gurih membutuhkan perhatian khusus pada pemilihan potongan daging, teknik perebusan, dan penggunaan rempah. Kuncinya ada pada pemilihan iga yang tepat dan optimalisasi bumbu tradisional.
Berikut adalah tips terbaik untuk mengolah konro:

- Pilih Potongan Iga yang Tepat: Gunakan iga sapi yang memiliki sedikit lemak agar kuahnya gurih alami. Pastikan untuk membersihkan sisa darah dengan merebusnya sebentar, lalu buang air rebusan pertama agar kuah konro tetap bersih dan tidak berbau amis.
- Gunakan Teknik Presto: Untuk menghemat waktu dan memastikan tekstur daging lepas dari tulang dengan sempurna, rebus iga menggunakan pressure cooker (panci presto) selama 25-30 menit setelah mendesis. Alternatif lainnya, rebus perlahan (simmering) di atas api kecil selama 1,5 – 2 jam.
- Maksimalkan Penggunaan Kluwek: Kluwek adalah kunci warna gelap dan rasa gurih autentik konro. Pilih kluwek yang tua dan tidak berjamur, rendam di air hangat, lalu haluskan dan tumis hingga matang untuk menghilangkan rasa pahit.
- Rahasia Kuah Kental (Kelapa Sangrai): Jangan lewatkan penambahan kelapa parut tua yang disangrai kering dan dihaluskan (sering disebut koya atau ambu-ambu). Ini memberikan tekstur kuah yang sedikit kental dan aroma yang harum.
- Seimbangkan Rasa Asam dan Manis: Selalu tambahkan sedikit air asam jawa dan gula merah ke dalam kuah. Ini akan menyeimbangkan rasa rempah yang kuat dengan sensasi segar dan legit.
